Saat Berkumandang Azan Subuh
SALAH seorang putra terbaik Jawa Barat di bidang seni, Aom Kusman Kartanegara (65) wafat di rumahnya, Jln. Rajamantri Tengah III No. 1 RT 04/RW 14, Kel. Turangga, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jumat (23/12) pukul 04.20 WIB.
Almarhum meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya sejak lama. Almarhum meninggalkan seorang isteri Popi Sewu (60) serta dua anak, yakni Sylvie Salvia (35), Bugie Bagus Priadi Nurlatif Kusman Kartanegara (32) serta lima orang cucu. Almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga di Cimaragas, Kabupaten Garut.
Menurut adik kandung almarhum, Iwong Kusman, almarhum meninggal dunia saat azan subuh. Sebelumnya, Aom Kusman sempat dirawat di RS Immanuel Bandung akibat penyakit infeksi paru-paru. Selama dirawat, Aom Kusman dibantu alat pernapasan dan sempat membaik. "Tetapi beberap hari kemudian, Aom Kusman mengalami koma, sehingga keluarga sepakat untuk membawa pulang dan merawat Aom Kusman di rumah. Kami sekeluarga sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi. Pada Jumat subuh saat azan, Aom Kusman dipanggil Allah SWT," ujarnya.
Terkabul
Iwong menyebutkan, beberapa hari sebelum masuk rumah sakit, kepada keluarga Aom Kusman sempat mengatakan, jika meninggal nanti, ia ingin meninggal pada malam Jumat atau hari Jumat. "Rupanya Allah memenuhi keinginannya. Beliau dipanggil Yang Mahakuasa pada Jumat subuh," tandasnya.
Kabar meninggalnya Aom Kusman Kartanegara ini sempat mengagetkan seluruh kalangan, termasuk kalangan artis. Sekalipun sempat tersiar kabar beberapa sebelumnya bahwa Aom Kusman telah meninggal dunia.
Dari pantauan "GM" sejak pagi hari, ratusan pelayat berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Tampak sejumlah pelayat dari kalangan artis, seperti aktor senior Rahmat Hidayat, Didi Petet, Ferry Maryadi, Kusye serta artis lainnya. Wali Kota Bandung, Dada Rosada dan Wali Kota Cimahi, Eddy Rahmat pun sempat melayat ke rumah duka dan memberikan penghormatan terakhir. Sejumlah karangan bunga dari kerabat dan pejabat terus berdatangan sehingga memenuhi jalan menuju rumah duka.
Rahmat Hidayat yang ditemui mengaku sangat kehilangan dengan meninggalnya Aom Kusman. Dikatakannya, dirinya sempat bercanda dengan Aom Kusman pada saat pemberian Anugerah Budaya Kota Bandung di Hotel Preanger Bandung, November lalu. "Ketika itu, Aom mendapat penghargaan budaya dari Kota Bandung, Aom bilang waduh saya dapat penghargaan, takut paeh (mati) kayak si Sup (Sup Yusuf, almarhum)," kenangnya.
Sedangkan Diti Petet mengatakan, Aom Kusman tidak ada penggantinya. "Kalau pejabat pasti ada gantinya. Seniman mah tidak ada gantinya. Lawakannya begitu khas dan sangat nyunda. Itulah yang sulit dicari gantinya," ujar Didi Petet kepada wartawan usai melayat ke rumah almarhum.
Sementara artis Ferry Maryadi mengaku menyesal belum sempat menjenguk Aom Kusman saat dirawat di rumah sakit. Padahal dirinya sempat ditelepon Kang Aom untuk menjenguknya di rumah sakit.
"Tetapi saya selalu menjawab, nanti Kang belum ada waktu. Eh tahunya, saya menerima kabar Kang Kusman sudah meninggal. Saya sangat menyesal," sesal Ferry.
Begitu pula yang dirasakan Kusye. Sosok Aom Kusman, ungkap Kusye, adalah sahabat sekaligus guru bagi para pelawak asal Jawa Barat maupun seniman lainnya. Almarhum selalu menekankan kepada siapa pun, khususnya seniman asal Jabar untuk tidak meninggalkan kebudayaan Sunda.
Ucapan duka
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyampaikan duka mendalam atas wafatnya komedian senior Aom Kusman. "Kita kembali kehilangan sosok sesepuh budaya Jabar yang perannya cukup berarti bagi pembangunan kesenian dan kebudayaan.
Sementara Wali Kota Bandung, Dada Rosada mengaku sangat kehilangan sosok seniman Sunda yang serbabisa. Yang kehilangan beliau itu, kata Dada bukan hanya masyarakat Kota Bandung, tetapi masyarakat Jabar dan masyarakat Indonesia. Almarhum adalam sosok seniman yang tidak ada duanya di Kota Bandung.
"Kami mewakili masyarakat Kota Bandung mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga almarhum. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah," ungkap Dada.
Ditemui terpisah, Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf mengatakan, dirinya bersama anggota Pramuka Jabar tadinya berencana menjenguk. Namun niatan itu belum sempat terwujud, karena Aom Kusman keburu dipanggil Yang Mahakuasa. (B.81/B.96)**
Sumber: www.klik-galamedia.com
Kudu nyaah kana kasenian Wayang Golek. Tong meser VCD BAJAKAN. Hatur nuhun.



