BLK. FACTORY,(GM)-
Jawa Barat kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Kali ini, seniman tembang Sunda cianjuran, Raden Apung S. Wiraatmadja (66) meninggal dunia. Apung mengembuskan napas terakhirnya di RS Borromeus Bandung, Minggu (8/1) sekitar pukul 16.25 WIB.
Di kalangan seniman dan penikmat seni tembang Sunda cianjuran, almarhum yang merupakan pandita seni mamaos tembang Sunda cianjuran. "Almarhum sesepuh tembang Sunda cianjuran yang tidak ada duanya dan hingga saat ini belum ada penggantinya. Terutama dalam hal sejarah seni tembang Sunda cianjuran. Jadi, kita telah kehilangan seniman sejati Sunda," kata Memet Hamdan, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Musyawarah Masyarat Sunda, kemarin.
Selain dikenal sebagai birokrat, almarhum juga dikenal sebagai seniman tembang Sunda cianjuran pada akhir tahun 1950-an hingga tahun 1960-an. Pada acara "Tembang Sunda Cianjuran" yang disiarkan RRI Bandung menjelang tengah malam, kehadiran almarhum bersama juru tembang Saodah, Acicah, Euis Kartini, dan Dohim, menjadi acara yang paling dinanti sejumlah pendengar. Khususnya para pencinta tembang Sunda cianjuran.
"Acara tersebut pada masa itu bukan hanya menjadi teman menjelang pergi ke peraduan, melainkan juga selimut dari dinginnya udara Kota Bandung," katanya.
Keberadaan acara tersebut juga, lanjutnya, menjadi obat pelipur lara bagi para perantau.
Pada kesempatan itu, Memet juga menyatakan rasa belasungkawa kepada pihak keluarga dan kerabat yang ditinggalkan almarhum. Tidak lupa, ia juga turut mendoakan semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya. (B.44)**
Sumber: www.klik-galamedia.com
Kudu nyaah kana kasenian Wayang Golek. Tong meser VCD BAJAKAN. Hatur nuhun.



